Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Contoh Resensi Novel

Contoh Resensi Novel

PENDAHULUAN
a. Isi Novel
Novel ini berisikan tentang cerita seorang cewek yang mencintai seorang cowok alias atasannya
sendiri. Mereka berdua menjalin cinta tanpa ada yang tahu (backstreet). Lama-kelamaan mereka
ingin jujur kepada semua orang terutama kepada ayah si cewek dan akhirnya ayahnya
menyetujui hubungan mereka.
b. Tujuan Pengarang

• Menuliskan imajinasi yang ada dipikiran pengarang dan mengembangkan cerita itu ke dalam
sebuah paragraf (sebuah buku)
• Memberikan efek emosional, membuat seseorang termotivasi bahkan terhibur
c. Tujuan Penyusunan Novel

• Untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia
• Untuk menambah wawasan dan mengasah kemampuan untuk membuat resensi
• Untuk melatih diri dalam bekerja dan kami ingin memberitahukan kepada seluruh masyarakat
tentang isi novel ini layak atau tidak untuk dibaca
d. Manfaat Novel
Novel ini bermanfaat bagi semua masyarakat khususnya para remaja. Selain itu, untuk

mengetahui cerita kehidupan sehari-hari para remaja.
e. Audiens (Sasaran)
Novel ini ditujukan untuk masyarakat luas dari bawah, menengah, dan atas. Khususnya para

remaja, para siswa SMA, dan mahasiswa
f. Sistematika Novel
Novel ini tersusun secara sederhana, dimulai dari pembuka cerita, isi cerita, dan penutup cerita
g. Dari Segi Kebahasaan dan Ejaan
Dilihat dari segi bahasa, sebenarnya pengarang novel ini belum seluruhnya menggunakan Bahasa
Indonesia. Masih banyak kata ejaan atau bahasa asing.
PEMBAHASAN
Sinopsis

Sissy cewek imut yang demen banget ngubah nama orang ini bekerja sebagai sekretaris di
perusahaan milik papanya. Untuk urusan ‘keras kepala’, dia memang benar-benar mirip papanya
yang otoriter. Kenyataan bahwa dia orang kaya menjadi rahasia Sissy dan Dira. Dira adalah
kakak Sissy yang bekerja juga di perusahaan milik papanya sebagai Direktur Utama. Dira adalah
anak kebanggaan sang papa. Papanya selalu tidak setuju dengan calon suami yang anak-anaknya
pilih karena papanya tidak mau ‘calon suami’ anaknya Cuma mengincar hartanya. Itu yang
membuat Dira dan Sissy selalu bertentangan dengan ayahnya.
Di tepi jalan, hak sepatu Sissy sebelah kirinya terjepit di sela-sela jeruji besi penutup selokan.
Dia berusaha terus supaya sepatunya bisa lepas sampai ada seorang cowok cakep yang langsung
ikut jongkok dan mencoba menarik sepatu Sissy yang terjepit dan akhirnya sepatu itu berhasil
lepas. Spontan, Sissy langsung memeluk si lelaki penolong itu dan bergegas pergi tanpa bilang
terima kasih karena Sissy takut terlambat meeting.
Ternyata, cowok itu sekantor sama dengan Sissy, cuma lain divisi. Nama cowok itu Sebastian.
Sissy sampek ngumpet-ngumpet segala untuk menghindari ‘sang cowok penolong’ karena malu
dan pake acara menunduk sampek tersandung pot bunga segala. Malangnya, dia malah
dimutasikan jadi sekretaris Sebastian.
Sejak awal Sissy bersikap sangat formal terhadap bos barunya itu, layaknya atasan dengan
bawahan. Tapi gara-gara terlalu kaku, kadang Sissy melakukan hal-hal konyol di tempat kerja
dan bersikap salting (salah tingkah). Tapi lama-kelamaan Sissy capek harus bersikap kaku setiap
hari tanpa bercanda dan berceloteh. Itu membuat Sissy dan Sebastian menjadi akrab, bukan
seperti atasan dan bawahan. Mereka sering makan bareng, jalan bareng, dan menghadiri pesta
bareng.
Ujung-ujungnya mereka berdua malah merasakan falling in love dan mereka berdua pacaran.
Mereka menjalin hubungan backstreet (tidak diketahui siapapun) termasuk Dira kakaknya
sendiri. Di kantor mereka berdua mencoba menjauh satu dengan yang lain. Setelah lama
menjalin hubungan cinta, Sissy ingin memberi tahu Sebastian siapa sebenarnya dia. Sissy
memberi tahu kalau dia adalah anak pemilik perusahaan yaitu Pak Sadewo. Reaksi Sebastian
sangat kaget dan bingung tetapi dia tidak ingin meninggalkan Sissy. Dia rela apabila harus
berhenti kerja.
Hampir delapan bulan sejak mereka berpacaran, Sebastian hanya bertemu sekali dengan Pak
Sadewo di kantor. Suasananya sangat formal dan menahan dorongan kuat untuk mengatakan bila
Sissy dan Sebastian menjalin hubungan. Sissy mulai terbuka tentang hubungannya dengan
Sebastian yang semakin serius itu ke mama dan Dira.
Sissy dan Dira menjadi tuan rumah dalam acara launching website galeri dan pengalihan
pimpinan operasional galeri dari tante Mirna yang akan melahirkan, digantikan Sissy. Di tengah
kerumunan undangan, nampak Pak Sadewo juga hadir. Kemudian Sebastian datang bersama
Alex. Sissy langsung menghambur memeluk hangat Sebastian. Pak Sadewo terhenyak melihat
mereka berdua.

3.2. Identitas Buku
a. Judul Buku : Sisi Cinta Sissy
b. Jenis Buku : Fiksi
c. Pengarang : Lusi Wulan
d. Penerbit : Puspa Swara, Anggota IKAPI
e. Cetakan : I- Jakarta, 2006
f. Halaman Buku : 160 halaman
g. Panjang dan Tebal Buku : 20 cm ; 0,5 cm
h. Jenis Kertas : Quarto
i. Harga Buku : Rp 24.900,00
3.3. Isi Resensi

a. Susunan Penyajian
Novel yang berjudul Sisi Cinta Sissy ini dalam penyajiannya sudah cukup baik sebagai bacaan
para remaja.
Dimulai dari pembukaan cerita sampai penutup cerita sudah baik karena dari satu cerita ke cerita
lainnya tidak bertele-tele atau menyambung. Dan uniknya lagi pengarang dapat mengajak
pembaca untuk berfikir akhir dari cerita novel itu.

b. Gaya Bahasa
Pengarang menggunakan bahasa yang tidak baku supaya masyarakat umum, khususnya para
remaja mudah mengerti dari isi novel ini. Dan terdapat bahasa Inggris.

c. Hal-hal yang menarik dari novel
Novel ini bisa menarik perhatian para pembaca.Dari setiap bagian cerita ke bagian cerita yang
lain bisa membuat penasaran para pembaca dan para pembaca ingin cepat menyelesaikan
membaca novel ini dan mengetahui akhir cerita.

d. Kelemahan Novel
• Isi cerita dari novel ini tidak sempurna (jalan cerita agak rumit ) karena pengarang tidak
menyelesaikan akhir dari cerita sehingga para pembaca harus memikirkan akhir cerita novel ini
sendiri.
• Terlalu banyak bahasa asing
• Harga novel terlalu mahal

e. Kelebihan Novel
• Cover (sampul) novel sangat menarik
• Kertas novel menggunakan kertas quarto
• Perwatakan tokoh mudah dimengerti
• Menceritakan kehidupan para remaja sekarang

Menurut kami, novel ini tidak patut untuk dibaca/ dimiliki karena isi cerita dari novel ini tidak
sempurna (jalan cerita agak rumit) dan akhir dari cerita novel ini tidak selesai sehingga pembaca
harus menebak-nebak akhir cerita itu sendiri.
3.4. Unsur Instrinsik dan Ekstrinsik
A. Unsur Instrinsik

1. Tema : Percintaan
2. Alur : Maju Mundur
3. Bahasa : Bahasa Indonesia tidak baku dan Bahasa Asing

4. Penokohan
a. Sissy
Bandel : Oya, dan sepeti biasa Mama titip pesan ke kamu supaya nurut sama kakaknya dan
papanya, kerja yang benar, jangan bandel kayak yang sudah-sudah dan jangan pacaran melulu..”
ujar Dira nyengir. (hal
Bnyak akal : Sekali lagi namanya juga sekantor, biar selihai bagaimanapun menghindar-hindar,
tetap aja ada kemungkinan ‘kepergok’ (hal 13)
Periang : “Dan kamu wanita, tanpa ragu jongkok di tepi jalan, memberi ucapan terima kasih
dengan sangat tulus…, dan sangat riang…, tidak perlulah dianggap sebagai hutang. (hal 23)
Lucu : Oya, satu lagi yang menggemaskan dari diri perempuan itu, celotehnya yang lucu dan apa
adanya….(hal 58)
b. Ronana
Latah : Ronan yang latah ikutan mengelus-elus jidatnya yang mulus-mulus aja tidak ada benjol,
hanya sedikit kerut efek dari penuaan dini. (hal 5)
Genit : Iiiiih… Ronana genit!” seru Sissy dengan meniru gaya centil Ronan. (hal 5)
c. Dira
Usil : “Siapa yang bilang kamu goblok…, penyalit menahun… hihihi…” celetuk Dira asal. (hal
9)
Tegas : “Ingat Sy, jangan sampai timbul gosip atau apalah yang tidak mengenakkan di kantor ini
tentang salah satu dari kita. (hal 15)
Emosi : Baginya, Rizal selalu dapat memberinya ketenangan, sementara dirinya adalah orang
yang gampang meledak. (hal 46)
d. Sebastian
Baik : “Tanpa menunggu jawaban Sissy yang tak berkedip mendongakkan wajah tinggi sekali,
pria ini langsung ikut jongkok dan mencoba menarik sepatu Sissy yang terjepit. (hal 10)
Perhatian : “Obatnya diminum dulu ya, biar sakitnya agak reda” ucap Sebastian sambil
menyodorkan obat dan air putih kepada Sissy. (hal 19)
Kalem : Sebastian menjawab kalem, menenangkan Dira yang super heboh. (hal 20)

4Ramah : Novi blak-blakan kepada Sebastian, karena Sebastian selalu bersikap simpatik dan
ramah kepadanya. (hal 56)
e. Melviana
Tomboi : “Hahaha… syukurin! Makanya, udah ditolongin tuh bilang terima kasih, jangan malah
ngibrit, coy!” komentar Melvi, sepupu Sissy yang tomboi. (hal 14)
f. Wiwid
Usil : “Wah belum seminggu kerja bareng, sudah ada panggilan kesayangan nih,” celetuk Wiwid
dari bagian HRD, teman terdekatnya di kantor, sambil cengar-cengir. (hal 15)
Kalem : “Kenapa kamu ini?” Wiwid bertanya kalem, lengkap dengan logat Jawanya. (hal 24)
g. Eva
Tukang gosip: Bersamaan dengan itu, Eva, cewek yang hobi membicarakan ‘sosok menonjol’
dimanapun dan kapanpun sejauh matanya bisa memandang. (hal 23)
h. Pak Sadewo
Otoriter : Ketika papnya menyetujui mereka, keadaan tidak bertambah lebih baik. Banyak syarat
dan tuntutan atas dirinya. (hal 29)
i. Rizal
Perhatian : Rizal mengelus punggung Dira menenangkan pacarnya itu. (hal 45)
j. Tobias
Petualang : Tentunya ia berkeliling ke berbagai tempat di tanah air sampai ke negara-negara lain.
(hal 39)
Usil : “Ayolah…wajahmu itu nggak bisa berbohong, Sissy sayang… Aku nggak bisa tidur kalau
pulang wajahmu masih seperti ini.” (hal 41)
k. Novi
Ingin tahu : “Hah, mereka ngapain aja?” Novi menjadi tertarik kalau membicarakan pegawai
keren seperti Sebastian. (hal 51)
l. Alex
Suka hura-hura: “Itu memang ulah Alex. Orangnya suka hura-hura. (hal 30)
m. Mama
Perhatian : Mama khawatir lihat Dira kuyu seperti itu. (hal 69)
Baik : “Sudahlah Sy. Mama hidup hanya untuk kalian, jadi yang menjadi masalah kalian,
otomatis menjadi masalah mama juga.” (hal 72)
5. Amanat

• Sayangilah dirimu, beri ia kesempatan untuk menjadi yang semestinya ia inginkan. Life is
nothing but being yourself.
• Terkadang cinta tidak harus memiliki
• Pilihan itu segala ada tetapi siap atau tidak kita menanggung resiko dari pilihan yang kita buat
itu, karena kadang kita dihadapkan pada pilihan yang terlalu sulit
56. Setting

a. Tempat : kantor, rumah Sissy, tepi jalan, kantin, lobi, rumah Dira, rumah Sebastian, hotel,
coffe shop, cafe, stasiun, restoran, pantai, daerah Semanggi, dapur, studio, lapangan, dan galeri
b. Waktu : pagi, siang, sore, dan malam
c. Suasana : sepi, ramai, sedih, gembira, takut, panik, haru, dan tegang

7. Sudut Pandang : orang pertama

B. Unsur Ekstrinsik
1. Sosial Agama
Dilihat dari segi nama, pengarang merupakan seorang muslim

2. Sosial Ekonomi
Keadaan ekonomi pengarang tergolong menengah ke atas karena dilihat dari segi cerita yang ada
dalam novel. Disamping itu, gaya bahasa yang digunakan juga menunjukkan status sosialnya.

3. Sosial Budaya
Pengarang merupakan seorang yang tekun bekerja. Pengarang menempatkan karirnya diposisi
pertama tapi itu didukung oleh papa dan mamnya.

4. Biografi Pengarang
Lusi Wulan. Cewek 26 tahun, single, breakable (!), dan sedang mengalami a quarter life crisis.
Berangan-angan menghabiskan malam dengan menulis dan menatap bintang di Bali Selatan
(masih ada bintangkah di sana?). Tumbuh di Malang, lalu pindah ke Yogya. Karier menulisnya
dimulai awal 2004 saat kepala nyut-nyut kalau tidak bisa menulis. Lumayan, juara 2 di sebuah
lomba menulis fiksi langsung didapatnya. Kepercayaan dirinya terus naik hingga novel keduanya
terpilih untuk diterbitkan. Saat ini, bekerja di perusahaan swasta dan getol mengumpulkan duit
untuk rencana hidup terbesarnya…sedikit bersenang-senang dan membangun khayalan di atas
kenyataan untuk terus bikin kepala nyut-nyutan.
6. PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Novel ini berisikan tentang cerita seorang cewek yang mencintai seorang cowok alias atasannya
sendiri. Mereka berdua menjalin cinta tanpa ada yang tahu (backstreet). Lama-kelamaan mereka
berdua ingin jujur kepada semua orang terutama kepada ayah si cewek dan akhirnya ayahnya
menyetujui hubungan mereka.
Cerita dalam novel ini memberikan gambaran tentang betapa pentingnya restu orang tua di
dalam suatu hubungan. Ini merupakan permasalahan kehidupan cinta anak remaja sekarang.
4.2 Saran

1. Redaktur
Penerbit seharusnya mengadakan launching kumpulan novel-novel terbaru karya satrawan muda
agar lebih dikenal masyarakat

2. Pengarang
• Pengarang seharusnya mencantumkan data diri lengkap agar pembaca mudah memahami latar
belakang kehidupan pengarang
• Pengarang seharusnya memperjelas akhir dari cerita novelnya supaya lebih dimengerti oleh
pembaca
3. Pembaca
• Pembaca supaya mau membaca dan memahami maksud dari isi cerita dari pengarang
• Pembaca dituntu untuk mengambil segi positif yang ada di dalam novel
7. DAFTAR PUSTAKA
Wulan, Lusi. 2006. Sisi Cinta Sissy. Jakarta: Puspa Swara
8. RESENSI KARYA SATRA
“ Sisi Cinta Sissy ”
ERAGON

Judul Buku : Eragon
Pengarang : Christopher Paolini
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 568 halaman

Christopher Paolini sangat menyukai kisah-kisah fantasi dan fiksi ilmiah. Ia menulis
novel pertamanya, Eragon, selepas lulus SMU pada usianya yang kelima belas.
Sekarang ia tinggal bersama keluarganya di Paradise Valley, Montana, Amerika
Serikat. Ia menjadi penulis terlaris di New York Times ketika berumur sembilan
belas. Pada awalnya, ia merencanakan membuat tiga buku saja, namun karena
kerumitan buku ketiga, menjadi lebih tebal daripada yang ia perkirakan, maka ia
memperpanjang kisah Eragon menjadi empat buku. Trilogi Warisan menjadi siklus
Warisan.

Sinopsis
Di daratan Alagaesia, hiduplah Klan Penunggang Naga dengan naga-naganya, yang
senantiasa menjaga ketentraman kehidupan daratan Alagaesia. Negeri pun
mengalami masa kejayaan.
Namun, Klan Penunggang Naga punah karena salah seorang berkhianat dan
membujuk Penunggang-Penunggang lain mengikuti jejaknya. Maka pertumpahan
darah antar penunggang pun terjadi, dan Kaum Terkutuk (penunggang yang
berkhianat) memenangi pertarungannya. Sang pengkhianat bernama Galbatorix,
yang sekarang menjadi raja Alagaesia. Ia memerintah dengan kejam, sehingga
beberapa orang yang setia pada klan Penunggang memberontak dan membentuk
kelompok Varden. Galbatorix memiliki 3 butir telur naga, yang ia tunggu bertahun-tahun untuk menetas di bawah kekuasaannya, sehingga 3 orang Penunggang baru
akan menjadi anak buahnya. Sayangnya, salah satu telur berhasil dicuri para
Varden.
Arya, wanita elf, merupakan salah satu dari yang terlibat pencurian telur naga dari
Galbatorix, berniat membawanya ke Varden, kelompok berbagai ras yang
menentang Galbatorix. Disergap oleh Durza, Shade. Dan Arya pun dengan sihir
memindahkan telur tersebut ke Pegunungan Spine. Arya ditahan oleh Durza, dan
dijadikan tawanan di Gil’ead.
Eragon, anak petani berusia lima belas tahun yang tinggal di Carvahall, terkejut
ketika menemukan batu biru mengilap di pegunungan Spine ketika sedang berburu.
Eragon membawa batu itu ke pertanian tempat ia bersama pamannya, Garrow, dan
sepupunya, Roran. Garrow dan alhmarhumah istrinya, Marian yang membesarkan
Eragon. Selena, ibu Eragon adalah saudara Garrow yang menitipkan anaknya,
Eragon untuk tinggal bersamanya, dan ia pergi karena suatu hal. Tidak ada yang
tahu soal ayahnya.
Roran yang usianya sebentar lagi genap akan dijadikan tentara oleh kerjaan,
memutuskan untuk pergi merantau dan pergi dari Carvahall agar tidak dijadikan
tentara kerajaan.
Beberapa hari kemudian, batu itu menetas dan didapati bahwa batu tersebut
merupakan telur naga. Ketika Eragon menyentuh anak naga betina itu, di telapak
tangannya muncul tanda berwarna keperakan, dan terbentuk ikatan tak
terputuskan antara Eragon dengan naga itu. Naga itu bernama Saphira.
Galbatorix yang mengetahui kehilangan telur itu, memberikan tugas kepada Shade
untuk mencari batu yang dulu merupakan telur Saphira. Ia mengingat ramalan
kaum Varden bahwa waktu bagi penunggang naga akan tiba, dan Galbatorix akan
ditantang dan dikalahkan pada suatu saat. Durza pun memanggil dua Ra’zac,
makhluk asing berpenampilan bengis dan tiba di Carvahall, Eragon dan Saphira
berhasil menghindari mereka, tetapi kedua Ra’zac menghancurkan rumah Eragon
dan membunuh Garrow. Eragon bersumpah akan mencari dan membunuh Ra’zac.
Bersama brom, pendongeng Carvahall, Eragon dan Saphira menuju selatan untuk
bergabung dengan kaum Varden. Selama perjalanan, Eragon belajar bertarung dan
menggunakan sihir.. Brom memberinya pedang merah bernama Zar’roc, yang dulu
merupakan pedang Penunggang Naga, walaupun si pendongeng itu tidak mau
mengatakan bagaimana ia bisa memperolehnya.
Mereka pun mengunjungi kota Teirm, membeli perbekalan. Eragon diramali oleh
ahli tanaman obat, Angela bahwa peperangan dekat di depan mata.
Lewat mimpinya Eragon mengetahui bahwa Arya berada di Gil’ead, dengan
segenap keberanian ia berniat untuk membebaskan Arya. Eragon bertemu dengan
Shade, ketika Shade hendak membunuh Eragon, Brom datang untuk
menyelamatkan Eragon dan ia pun terkena tusukan dari pedang Shade. Dengan
bantuan Murtagh, Eragon melarikan dri dari penjara sambil membawa Arya dan
Brom. Arya telah diracun dan butuh bantuan medis dari kaum Varden segera. Brom
sekarat dan akhirnya meninggal. Ia dikuburkan dengan sihir oleh Saphira. Eragon
dan Saphira pun mendapati bahwa Brom adalah penunggang pula. Naganya dibunuh oleh Morzan, salah satu kaum terkutuk.
Dikejar segerombolan Urgal, mereka melarikan diri ke Varden. Sesampainya di
Varden, Eragon memperkenalkan diri kepada Ajihad, pemimpin Varden sebagai
penunggang dan menunjukkan naganya. Arya segera diobati oleh kaum Varden,
dan Murtagh dipenjara, karena keturunan Morzan, yang merupakan kaum terkutuk
atau sekutu Galbatorix. Morzan terbunuh oleh Brom. Murtagh, secara tidak berhasil
meyakinkan bahwa ia mencela perbuatan ayahnya dan meninggalkan Galbatorix
untuk menjalani hidupnya sendiri.
Durza menggalang kekuatan seluruh pasukan Galbatorix untuk menyerang Varden.
Pasukan Galbatorix datang melalui terowongan-terowongan kurcaci. Pertempuran
terjadi. Durza yang sedemikian kuat, dengan mudah membuat kewalahan Saphira
dan Eragon. Namun akhirnya Eragon mendapatkan saat yang tepat untuk menikam
jantung Durza. Pertarungan pun dimenangi oleh kaum Varden.
Ketika Eragon sadarkan diri, Arya tengah di perjalanan menuju Ellesmera, ibukota
para elf.
Eragon secara telepatis dihubungi sosok yang menyebut diriinya sebagai Togira
Ikonoka-si Cacat yang Utuh. Di akhir buku ini, Eragon memutuskan bahwa ia akan
menemukan Togira Ikonoka ini dan berguru kepadanya.
Tetralogi buku Eragon sangat menarik untuk dibaca, memberikan inspirasi bagi
para pembacanya. Bertemakan petualangan, buku Eragon mengombinasikan sihir
dengan perang tradisional. Penulis benar-benar memiliki konsep yang kuat,
imajinasinya tinggi menjadikan cerita yang fiksi menjadi terlihat lebih nyata.
Penulis ahli dalam mendeskripsikan secara rinci setiap kejadian dan setiap tokoh,
memberikan gambaran yang jelas akan apa yang ada dan yang terjadi dalam
peristiwa tersebut. Menggunakan alur maju mundur, menjadikan semua yang
terkandung di dalamnya penting dan terlihat kesinambungannya di akhir cerita.
Latar cerita ini ada di daratan Alagaesia, namun tidak disebutkan waktunya (tahun).
Eragon merupakan tokoh yang protagonis, terlihat dari sikap-sikapnya yang baik
dan ingin membela semua rakyatnya. Durza bersifat antagonis, sama seperti
Galbatorix, yang mengedepankan kepentingan diri sendiri dan ingin menguasai
seluruh Alagaesia di kekuasaan tangannya. Murtagh merupakan orang yang semula
protagonis, walaupun ayahnya merupakan tokoh yang antagonis.
Kekurangan pada buku ini, walaupun setiap kejadiannya dideskripsikan secara rinci,
namun kejadian tiap harinya, seperti apa yang seorang tokoh makan dan apa yang
seorang tokoh minum, tidak dijabarkan seperti pada novel-novel lain. Tokoh Eragon
sangat mendominasi dan terkesan sangat hebat juga tak terkalahkan, jarang sekali
terjatuh, dan hampir selalu berhasil dan menjadi pemenang dalam setiap konflik
atau pertarungan.
Kita dapat mengambil amanat dari buku ini bahwa, jadilah pemain, jangan hanya
menjadi penonton. Inisiatif ketika mendapatkan masalah dan utamakan
kepentingan warga dibandingkan dengan kepentingan pribadi masing-masing.

Metamorfosis

Judul : Metamorfosis
Judul Asli : Die Verwandlung
Penulis : Franz Kafka
Penerjemah : Juni Liem
Penerbit: Homerian Pustaka
Cetakan : I, Des 2008
Tebal : 154 hlm
”Suatu pagi Gregor Samsa terbangun dari mimpi buruknya, ia menemukan dirinya
telah berubah menjadi seekor kutu besar yang menakutkan.”

Demikian kalimat pembuka dari Metamorfosis (1915), sebuah novella muram yang
ditulis oleh Franz Kafka (1883-1924) salah satu penulis asal Jerman yang paling
berpengaruh dalam abad ke 20 . Tiba-tiba saja Gregor Samsa terputus hubungan
dengan masa lalunya sebagai manusia. Sesuatu yang diluar nalar terjadi pada
hidupnya. Bukan mimpi melainkan kenyataan. Walau cara berpikirnya masih
manusia, namun fisiknya berubah bentuk menjadi seekor kutu besar.

Sebelum berubah wujud Gregor Samsa adalah seorang salesman kain yang
merupakan tulang punggung keluarganya. Ia tinggal bersama kedua orang tuanya,
dan Gretta, adik kandungnya. Karenanya ketika ia berubah wujud, ia tak dapat lagi
bekerja sehingga kondisi keuangan keluarganya menjadi terganggu. Tak hanya itu
Gregor menjadi terasing di tengah keluarganya sendiri. Ia menjadi tersisihkan,
terpenjara dalam kamarnya sendiri. Ia kini menjadi obyek yang memalukan bagi
keluarganya. . Bahkan ayahnya sendiri selalu memandangnya dengan jijik bahkan
berusaha untuk membunuhnya.

Bisa dibayangkan bagaimana perubahan wujud itu membuat Gregor tertekan,
ruang gerak dan perilakukanya menjadi seperti seekor serangga, merayap di
dinding, di langit-langit, sembunyi disela-sela perabot kamar, kebiasaan
makannyapun mulai berubah, ia kini lebih menyukai makanan-makanan sisa
dibanding makanan segar. Walau ia bisa mendengar dan memahami apa yang
diatakan keluarganya, ia tak mampu lagi berkomunikasi dengan keluarganya. Tak
ada yang mempedulikannya lagi kecuali Gretta dan ibunya yang masih
memperhatikannya dengan memberi makan dan memindahkan beberapa perabot
kamarnya agar Gregor lebih leluasa bergerak.

Sebulan sudah Gregor berubah wujud dan terpenjara dalam kamarnya. Karena
Gregor tak bisa bekerja, maka ketika keluaranya kehabisan uang, mereka
memutuskan untuk menyewakan beberapa kamar di apartemen mereka pada tiga
orang lelaki. Semenjak itu kehidupan keluarga Gregor menjadi layaknya pembantu karena mereka harus menyediakan makanan dan beberapa keperluan dari penyewa
kamar.

Namun sayangnya ketenangan ketiga penyewa kamar keluarga Gregor terusik
ketika sebuah peristiwa membuat Gregor tergerak untuk keluar dari kamarnya dan
fisiknya terlihat oleh ketiga pria tersebut. Hal ini membuat mereka menjadi
ketakutan dan mumutuskan untuk tak lagi menyewa kamar keluarga Gregor.
Kejadian ini tentu saja membuat ayah Gregor geram dan berniat membunuhnya,
dengan melempar Gregor dengan apel. Salah satu apel bersarang dalam tubuhnya
hingga membusuk dan membuat Gregor menderita kesakitan. Ia kembali terkurung
dalam kamarnya. Peristiwa ini pula merupakan titik balik bagi keluarga Gregor
untuk segera melupakan bahwa Gregor sebenarnya masih hidup, hal ini terungkap
seperti yang dikatakan Gretta pada ayahnya :

“Ayah harus dapat melupakan bahwa ide bahwa itu adalah Gregor..Bagaimana
mungkin itu Gregor? Jika itu adalah Gregor, ia harus melihat dari dahulu bahwa tak
dapat manusia hidup dengan binatang seperti itu…Kita tak mempunyai saudara
laki-laki lagi, tapi kita dapat mengingat dia di dalam hidup kita dengan hormat.”
(hal 137).

Dilupakan oleh keluarganya sendiri membuat hati Gregor semakin pedih, Sebagai
manusia ia telah mati. Dan Gregor dengan sisa-sisa kekuatannya mencoba
bertahan, namun sampai berapa lama Gregor si kutu besar itu mampu bertahan
sendirian tanpa seorangpun yang mempedulikannya ?

Metamorfosis banyak dianggap sebagai kisah yang simbolik dengan berbagai
interpretasi. Soal menjadi mahluk apa sebenarnya si Gregor ini sendiri menjadi
banyak perdebatan, ada yang mengatakan kecoak, serangga, kutu, dll. Memang
Kafka sendiri tak memberikan deskripsi detail seperti apa wujud Gregor yang telah
berubah. Bahkan untuk keperluan sampul bukunya pun ia menyurati pada
penerbitnya bahwa mahluk tersebut tidak untuk digambar.

Lalu bagaimana pula dengan penjelasan logis mengapa Gregor bisa berubah wujud?
Kafka memang tak sedang membuat kisah fiksi ilmiah, jadi jangan harap kita akan
menemukan jawaban atas perubahan wujud Gregor. Dalam novelnya ini Kafka
tampak lebih mengutamakan penggambarkan kondisi psikologis yang dialami
Gregor dibanding menjelaskan mengapa kejadian aneh ini bisa terjadi. Sastrawan
Rusia Vladimir Nabakov, penulis novel "Lolita", juga mengatakan, "Barang siapa
melihat `Metamorfosa` lebih dari sekedar fantasi ilmu serangga, aku anggap
pembaca itu telah berhasil."

Nah, jadi apa yang bisa kita peroleh dari novel pendek ini ? Tentunya pembaca
memiliki interpretasi masing-masing dari apa yang dibacanya. Dalam Metamorfosis
Kafka menggambarkan betapa egoisnya manusia sekalipun itu berada dalam lingkungan keluarga sendiri. Ketika Gregor berubah wujud, begitu cepat
keluarganya melupakan jasa Gregor yang telah menjadi tulang punggung
perekonomian keluarganya. Gregor kini dianggapnya sebagai parasit dalam
keluarga, padahal sebelumnya keluarga Gregorlah yang menjadi parasit dalam
hidup Gregor.

Kafka juga berbicara mengenai bagaimana kedekatan dan cinta dari orang-orang
yang kita sayangi bisa berubah ketika kita mengalami ‘perubahan’. Memang Kafka
memberikan contoh esktrim dengan mengubah Gregor menjadi binatang. Namun
dalam kenyataannya mungkin suatu saat kita mengalami perubahan dalam
kehidupan yang diakibatkan karena kehilangan pekerjaan, kegagalan dalam karier,
kejatuhan dalam dosa, dan lain-lain. Hal itulah yang membuat kita menjadi seperti
Gregor. Dari sosok yang diandalkan, dibutuhkan, dan tiba-tiba menjadi pribadi yang
diasingkan, dibenci, karena tak lagi sesuai dengan harapan orang-orang yang
sebelumnya mengasihi kita.

Kisah Gregor dalam Metamorfosis (Die Verwandlung dalam bahasa Jerman), adalah
novella karya Franz Kafka yang paling terkenal selain The Trial dan The Castle.
Kalau tidak salah Metamorfosis pernah dua kali diterjemahkan di Indonesia oleh dua
penerbit yang berbeda (Bentang Pustaka dan Aksara). Dan kini novella ini
diterjemahkan dan diterbitkan oleh Homerian Pustaka dengan cover yang
menawan. Namun sayangnya ada yang tak konsisten antara terjemahan dengan
cover, pada isi buku ini wujud Gregor diterjemahkan sebagai kutu besar, sedangkan
di ilustrasi cover terjemahannya yang Nampak adalah wujud kecoak.

Dari segi terjemahannya, di halaman-halaman awal hingga pertengahan saya tak
menemui kesulitan untuk memahami novella ini, namun di bagian-bagian
berikutnya saya mulai sulit untuk memahami apa yang dimaksud dalam kalimat-
kalimatnya. Setelah saya konfirmasikan ke beberapa kawan yang telah
membacanya, ternyata merekapun mengalami hal yang sama. Mungkin di cetakan-
cetakan berikutnya karya ini bisa diedit lagi agar terjemahannya lebih mudah
dipahami dan enak dibaca.

Sumber :http://www.scribd.com


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar